Doa Bersama untuk Hujan: Salat Istisqa Dilaksanakan di Tengah Kekeringan
Minangkabau, Tanah Datar – Ratusan warga Sholat Istisqa di Nagari Minangkbau, Kecamatan Sungayang, 19 Juli 2025. Sholat sunah ini sebagai bentuk ikhtiar menghadapi kemarau panjang yang melanda di beberapa daerah di Sumatera Barat. Pelaksanaan Sholat Istisqa di laksanakan di lapangan bola Jorong Badinah Murni.
Rangkaian ibadah berlangsung khidmat, diselingi dengan isak tangis warga yang larut dalam doa memohon curahan rahmat dari Allah SWT. Dari anak-anak hingga orang tua, serta tokoh adat dan ulama, semuanya turut ambil bagian dalam prosesi ibadah di ruang terbuka ini.
Sholat Istisqa merupakan tradisi dalam ajaran Islam yang dilakukan saat wilayah dilanda kekeringan atau krisis air, sebagai wujud kepasrahan kepada Sang Khalik agar menurunkan hujan.
Dalam khutbahnya,Khatib mengajak jamaah untuk memperkuat iman, memperbaiki hubungan antarsesama, dan memperbanyak istighfar sebagai bentuk introspeksi diri menghadapi bencana alam ini.
Diketahui, musim kemarau yang berkepanjangan di beberapa Daerah di Sumatera Barat selama beberapa bulan terakhir telah menyebabkan menurunnya debit air, serta terganggunya aktivitas pertanian. Masyarakat pun semakin menggantungkan harapan mereka pada pertolongan Tuhan.
Kegiatan Sholat Istisqa di Nagari Minangkabau ini menjadi pengingat kuat akan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan memperkuat spiritualitas di tengah tantangan zaman.
Lebih dari sekadar ritual keagamaan, doa bersama ini menjadi bentuk solidaritas sosial dan kepedulian kolektif terhadap krisis yang tengah dihadapi bersama.
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin